Uraian utama
Protokol akuisisi mengatur penerimaan salinan, pencatatan konteks, penguncian master, pembuatan turunan kerja, dan pemeriksaan awal yang bisa diulang.
Akuisisi yang tertib mempertahankan berkas sebagaimana diterima sebelum alat konversi atau penyuntingan digunakan. Proses kemudian mencatat konteks, menghitung identitas teknis, menyimpan master pada jalur terpisah, dan hanya melakukan pekerjaan lanjutan terhadap salinan yang hubungannya terdokumentasi.
- Bekukan keadaan awal dengan menyalin sumber ke lokasi master yang tidak dipakai untuk penyuntingan.
- Rekam tanggal, jalur penerimaan, domain tujuan, format, dimensi, dan algoritme checksum.
- Buat salinan kerja ber-ID baru sebelum mengubah format atau metadata.
- Bandingkan keluaran terhadap tujuan transformasi dan simpan laporan penyimpangannya.
Tahap baca-saja mengurangi risiko perubahan tak sengaja pada materi awal. Informasi yang diperoleh meliputi karakteristik file yang dapat diamati, bukan dugaan mengenai perangkat pembuat, kepemilikan hak, ataupun tempat penyimpanan sebelum kiriman diterima.
Penguncian master merupakan aturan proses, bukan klaim bahwa media tidak mungkin rusak. Pemeriksaan berkala, cadangan yang proporsional, dan checksum tetap diperlukan karena file dapat berubah akibat kegagalan penyimpanan atau tindakan manusia.
Turunan kerja dibuat untuk tujuan tertentu dan tidak boleh kembali diberi label sebagai sumber. Jika kebutuhan baru memerlukan kompresi lain, ukuran berbeda, atau koreksi visual, hasil tersebut memperoleh catatan transformasi tersendiri.
- Jangan membuka master dengan aplikasi yang otomatis menulis metadata.
- Simpan hasil identifikasi bersama nama algoritme pemeriksaan.
- Gunakan salinan terpisah untuk eksperimen kualitas atau format.
- Tandai kegagalan akuisisi tanpa menghapus upaya yang sudah terjadi.
- Akhiri proses hanya setelah manifest dapat dibaca kembali.
Enam sorotan
Tangkap Konteks
Catat bagaimana berkas tiba dan untuk domain mana bahan tersebut disediakan.
Baca Saja
Pemeriksaan pertama memperoleh identitas teknis tanpa menyimpan perubahan pada sumber.
Hitung Identitas
Checksum awal menjadi pembanding bagi master setelah penyalinan atau pemulihan.
Pisahkan Master
Lokasi acuan tidak digunakan sebagai tujuan ekspor, kompresi, ataupun penyuntingan.
Ciptakan Turunan
Setiap salinan kerja membawa ID, tujuan, dan hubungan asal yang bisa ditelusuri.
Tutup Akuisisi
Manifest mencatat hasil, kesenjangan metadata, serta tindak lanjut yang masih terbuka.
Ringkasan
Protokol akuisisi menjaga agar titik awal tidak berubah ketika bahan disiapkan untuk web. Master, register, dan turunan dipisahkan, sedangkan metadata yang tidak tersedia ditandai sebagai kesenjangan. Prosedur ini diterapkan pada bahan yang diterima tanggal 2026-08-28. Ditinjau pada 2026-08-28.






























